Semangat Fastabiqul Khairat di Bulan Suci Ramadhan

Assalamualaikum Wr.Wb

Alhamdulillah, di tahun ini kita dapat berjumpa lagi dengan bulan yang suci bagi umat muslim se- dunia yaitu bulan ramadhan 1438 H, dalam kesempatan di bulan yang suci ini penulis mengajak para pembaca untuk senantiasa menjadikan bulan ramadhan ini momentum untuk memperbanyak amalan dan mendekatkan diri kepada Allah S.W.T. dengan semangat Fastabiqul Khairat yang bermakna agar kita senantiasa berlomba-lomba dalam kebaikan yang semata-mata di tujukan untuk mendapatkan rahmat dari Allah S.W.T.

Dibulan Ramadhan setiap muslim di wajibkan untuk melakukan ibadah puasa  sebagaimana firman Allah S.W.T dalam surah AL BAQARAH:183

                                                                                                  يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa. ” (Al Baqarah: 183).

Makna yang terkandung dalam surah Al-Baqarah 184) : Allah berfirman yang ditujukan kepada orang-orang yang beriman dari umat ini, seraya menyuruh mereka agar berpuasa. Yaitu menahan dari makan, minum dan bersenggama dengan niat ikhlas karena Allah ta’ala. Karena di dalamnya terdapat penyucian dan pembersihan jiwa. Juga menjernihkannya dari pikiran-pikiran yang buruk dan akhlak yang rendah.

Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ يُضَاعَفُ الْحَسَنَةُ عَشْرُ أَمْثَالِهَا إِلَى سَبْعِمِائَةِ ضِعْفٍ قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ إِلاَّ الصَّوْمَ فَإِنَّهُ لِى وَأَنَا أَجْزِى بِهِ يَدَعُ شَهْوَتَهُ وَطَعَامَهُ مِنْ أَجْلِى لِلصَّائِمِ فَرْحَتَانِ فَرْحَةٌ عِنْدَ فِطْرِهِ وَفَرْحَةٌ عِنْدَ لِقَاءِ رَبِّهِ. وَلَخُلُوفُ فِيهِ أَطْيَبُ عِنْدَ اللَّهِ مِنْ رِيحِ الْمِسْكِ

Setiap amalan kebaikan yang dilakukan oleh manusia akan dilipatgandakan dengan sepuluh kebaikan yang semisal hingga tujuh ratus kali lipat. Allah Ta’ala berfirman (yang artinya), “Kecuali amalan puasa. Amalan puasa tersebut adalah untuk-Ku. Aku sendiri yang akan membalasnya. Disebabkan dia telah meninggalkan syahwat dan makanan karena-Ku. Bagi orang yang berpuasa akan mendapatkan dua kebahagiaan yaitu kebahagiaan ketika dia berbuka dan kebahagiaan ketika berjumpa dengan Rabbnya. Sungguh bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah daripada bau minyak kasturi.” (HR. Bukhari no. 1904, 5927 dan Muslim no. 1151)

Berdasarkan dari surah Al-Baqarah 183 serta dari hadist Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam diatas menjelaskan bahwa selain kewajiban puasa bagi umat muslim, umat muslim juga di anjurkan untuk memperbanyak amalan kebaikan karena amalan tersebut akan dilipatgandakan dengan sepuluh kebaikan. Untuk itu di bulan ramadhan setiap muslim harus berfastabiqul khairat dalam hal mensucikan diri dan berlomba-lomba untuk selalu perbanyak amalan-amalan kebaikan. semata-mata di tujukan kepada Allah.S.W.T.

  semoga tulisan yang singkat ini dapat bermanfaat bagi pembaca dan lebih khusus bagi penulis sendiri, agar di bulan yang suci ini dapat kita jadikan momentum untuk mensucikan diri dan mendekatkan diri kepada Allah S.W.T.
Wassalamualaikum,Wr.Wb
 Penulis,Muhammad Hadiatur Rahman,S.Pd.,M.Pd

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *